Daging ayam merupakan salah satu menu terbesar yang di konsumsi oleh masyarakat di dunia saat ini. Jika kita lihat sejarah, ayam pedaging dan ayam petelor diturunkan dari ayam kampung setelah dilakukan penyilangan berkali-kali oleh ahli peternakan. Setelah dilakukan penyilangan maka diturunkan dua jenis ayam yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan makanan manusia yaitu ayam pedaging dan ayam petelor. Ayam pedaging mempunyai volume daging yang besar dalam masa pertumbuhan yang singkat sekitar 40 hr dan ayam pedaging mampu bertelur setiap hari. Disamping kelebihan yang dimiliki oleh ayam pedaging ini ternyata ayam ini sangat rentan terhadap penyakit, kurang lebih ada 30 penyakit yang selalu menyerang ayam pedaging, misalnya: ngorok, mencret, tetelo dll. Dalam hal ini peternak tentunya tidak mau rugi, maka peternak membentengi ayam pedaging ini dengan berbagai obat-obatan kimia. Obat-obatan kimia yang pertama kali diberikan adalah vaksin kemudian antibiotik dari umur ayam 1 hari sampai panen (kurang lebih 40 hari) serta vitamin, terkadang peternak juga memberikan hormon pertumbuhan agar lebih cepat mencapai bobot siap panen. Obat-obatan kimia yang diberikan secara berlebihan ini sebagian tidak dapat di uraikan oleh tubuh ayam sehingga akan berakumulasi dalam tubuh ayam. Masyarakat yang mengkonsumsi ayam yang mengandung zat kimia yang berlebihan ini bila dikonsumsi akan berpotensi mengidap penyakit kanker, kolestrol dan penyakitn berbahaya lainnya. Untuk menanggulangi maslah ini seorang sarjana Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) berusaha dalam thesis S-2nya bidang obat-obatan herbal menggantikan obat-obatan kimia yang diberikan kepada ayam dengan obat-obatan herbal yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Ekstrak yang didapat kemudian diambil zat aktifnya kemudian diberikan kepada ayam melalui minuman untuk menggantikan antibiotik, vaksin, vitamin dll. Setelah melalui uji laboraturium maka didapat bahwa ayam yang dipelihara dengan menggunakan obat-obatan herbal ini dagingnya mengandung protein yang lebih tinggi dari ayam kimia, kolestrol rendah, lemak rendah kadar air rendah, bebas zat kimia obat dan setelah dikonsumsi dagingnya lebih gurih (macam rasa ayam kampung) serta tidak bau amis.
Untuk merasakan ayam ini silakan datang ke alamat kami di Jl. Eka Rasmi No.48A Medan Johor Sumut Hp.081265927210 (Khairuddin). Anda pesan, kami antar.
Untuk merasakan ayam ini silakan datang ke alamat kami di Jl. Eka Rasmi No.48A Medan Johor Sumut Hp.081265927210 (Khairuddin). Anda pesan, kami antar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar